SEMBOYAN

{ KEMANDIRIAN, PENGETAHUAN, KERJA KERAS, OPTIMISTIS, AKUNTABEL & PROFESIONAL }

Thursday, August 20, 2015

Upaya Sinegritas Koordinasi empat Menko RI, | dan Target Pembangunan Perekonomian (RAPBN) 2016.

Rapat Jakarta: Empat Menteri Koordinator dalam Kabinet Kerja melakukan rapat di Kantor Menko Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Selasa (18/8/2015) siang. Pertemuan Empat Menko dalam Kabinet Kerja rencananya akan digelar rutin setiap dua pekan sekali. Hal ini dilakukan agar kabinet kerja dapat terus bersinergi. Selain itu dengan dilakukannya pertemuan antar empat menko secara rutin, diharapkan suara dalam kabinet kerja akan benar-benar satu. Dengan terwujudnya koordinasi yang baik maka akan tercipta suasana yang tenang dan nyaman. Kegaduhan publik sekecil apapun bisa ditekan.

Sekitar pukul 13.35 WIB, tuan rumah Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan keluar melalui pintu utama. Di belakang Luhut tampak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Maritim, dan Sumber Daya Rizal Ramli, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Menurut Luhut, pertemuan ini untuk mempererat koordinasi.

"Kami berharap kabinet ini suaranya betul-betul satu. Kalau nanti di bawah ada perbedaan pendapat itu wajar. Itu akan dibicarakan di intern sendiri," ujarnya
Sementara Menko PMK berharap pertemuan ini menjadi awal dari sinergitas empat menko. Beliau ingin empat menko mengendalikan kementerian masing-masing agar manfaat program pemerintah bisa dirasakan oleh rakyat.

"Ke depan, kami berempat harus kompak. Tidak berjalan sendiri-sendiri," terang Puan.

Menko Maritim menambahkan, hubungan antar mereka berempat sudah terbangun dengan baik secara personal dan emosional. Sementara Menko Perekonomian mengungkapkan, pertemuan singkat ini hanya sebatas membangun sinergi.
"Teknisnya belum. Tapi prinsipnya tadi itu, bersinergi," ujarnya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------  
Target Pembangunan Perekonomian (RAPBN) 2016, Refrensi: Jakarta Berdasarkan konferensi pers (14/08) tentang Penjelasan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2016 yang dipimpin oleh Menteri Perekonomian, Darmin Nasution ada sejumlah poin yang menjadi target pembangunan pada bidang perekonomian tahun 2016.

Target pembangunan bidang perekonomian yang disusun oleh pemerintah diantaranya mengenai pembangunan jalan 375,9 km dan jembatan 6.283,9 m serta pemeliharaan jalan 43.506 km dan jembatan 338.690,9 m. Embung dan penampung air lainnya 228 buah, normalisasi sungai dan pembangunan /peningkatan tanggul 119 km. Infrastruktur SPAM di kawasan nelayan. 20.000 sambungan Rumah (SR)& di kawasan rawan air/perbatasan/pulau terluar 105.280 SR pada tahun 2016.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan mengenai produksi padi 76,23 juta ton, produksi jagung 21,35 juta ton, dan produksi kedelai 2,03 juta tonpada tahun 2016. Produksi daging sapi/kerbau 588,56 ribu ton, produksi telur 3.393,36 ribu ton, dan roduksi susu 850,77 ribu ton pada tahun 2016.Penambahan luas tanam padi 60 ribu ha, menambahan luas baku lahan padi 200 ribu ha, pengembangan/perbaikan jaringan irigasi dan optimasi air seluas 500.000 ha. Serta meningkatkankualitas air di 7 DAS prioritas dan 1 danau prioritas.

Anggaran untuk target pembangunan dengan rincian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat sebesar Rp. 103,8 T, Kementerian Pertanian sebesar Rp. 32,85 T, serta Kementerian Lingkungan dan Kehutanan sebesar Rp.6,3 T.